Mouse Komputer dari Razer Diamondback, Design Eksentrik Belum Pasti Ergonomis - S P C E.com

Breaking

logo

Mouse Komputer dari Razer Diamondback, Design Eksentrik Belum Pasti Ergonomis

Mouse Komputer dari Razer Diamondback, Design Eksentrik Belum Pasti Ergonomis

S P C E.com: Razer Diamondback yaitu satu diantara mouse gaming legendaris yang di ciptakan untuk penuhi keperluan bermain game kompetitif. Mulai sejak pertama kalinya launching pada Tahun 2004, Diamondback sekian kali alami pergantian design, termasuk juga seri paling barunya yang ada di market sekarang ini. Sama dengan product yang lain, Razer Diamondback 2015 juga mengusung topik Chroma. Alhasil, mouse gaming ini jadi lebih bersinar karena lampu LED yang tertanam. Apakah feature paling barunya cuma Chroma? Tersebut penjelasannya. 

Mouse Computer dari Razer Diamondback, Design Eksentrik Belum Pasti Ergonomis

Razer Diamondback Chroma, sesungguhnya nama aslinya tak mengusung arti Chroma. Tetapi, saya mau mengutamakan kalau versus tahun 2015 ini didesain tidak sama dengan seri pendahulunya. Mouse gaming ini yaitu product Razer yang menyasar gamer kelas menengah ke atas. Lihat desainnya lebih jauh, mouse gaming ini mengusung topik ‘kurus’, yang cukup berlawanan dengan product semacam saat ini. Razer Diamondback Chroma mempunyai bentuk agak memanjang, yang sesungguhnya dengan cara dimensi, tetaplah ada pada ukuran standard. 

Sebagai pembeda dengan mouse yang lain yaitu, Razer Diamondback Chroma mendatangkan sisi punggung mouse yang lebih rendah. Tombol click kiri serta click kanan mempunyai ukuran yang agak besar, dengan grip dengan cara kesluruhan yang cukup baik. Anda dapat juga lihat lampu LED Chroma yang ditanam dibagian tepi kanan serta kiri, dan logo Razer yang dibagian punggung mouse. 

Saat memakainya sepanjang 3 jam, tangan saya merasa begitu pegal. Hal semacam ini dikarenakan design yang agak eksentrik di bagian ibu jari serta kelingking. Tak di buat melebar, Razer Diamondback Chroma malah sediakan lengkungan yang cukup dalam. Design ini bikin ibu jari serta kelingking pemakai terselip. Walau sebenarnya, mouse gaming biasanya menyematkan bentuk melebar dibagian ini untuk kenyamanan optimal. Design ini dapat beresiko pada tingkat ergonomis yang di tawarkan suatu mouse. 

Dari segi akurasi, Razer Diamondback Chroma tawarkan akurasi hingga 16. 000 DPI dengan sensor laser 5G. Tetapi, mouse ini tak sediakan tombol penyusunan DPI standard, hingga Anda mesti memprogram lagi melalui aplikasi Razer Synapse. Sama dengan varian Chroma yang lain, gamer bisa mengatur pencahayaan dengan beragam motif melalui Razer Synapse. Mouse ini pas untuk memainkan game action atau MOBA, bahkan juga RPG sekalipun. Saya tak mereferensikan mouse ini untuk bermain game FPS. 

Terkecuali design yang tampak beda serta lampu LED, menurut saya tak ada keunggulan spesial yang dipamerkan Razer Diamondback Chroma. Di bandrol dengan harga seputar Rp1 juta, Razer Diamondback Chroma yaitu mouse gaming yang kurang kompetitif, terlebih bila gamer yaitu pengagum product Razer. Dengan dana yang sama, ia tambah baik beli DeathAdder dengan harga yang lebih murah, hingga bekas dana dapat digunakan untuk kepentingan lain.
Baca Artikel Berkutnya