News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pernyataan Mengagetkan : Angelina Sondakh Sebut Anas serta Ibas Tahu Nazaruddin Korupsi

Pernyataan Mengagetkan : Angelina Sondakh Sebut Anas serta Ibas Tahu Nazaruddin Korupsi

S P C E.com: Jakarta - Terpidana masalah korupsi pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Angelina Sondakh, menyampaikan dua pejabat Partai Demokrat menyepakati korupsi Nazaruddin. Angie begitu dia umum disapa, hari itu jadi saksi skandal suap serta pencucian duit yang menjerat Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Pernyataan Mengagetkan : Angelina Sondakh Sebut Anas serta Ibas Tahu Nazaruddin Korupsi

 " Nazaruddin senantiasa katakan telah di ketahui Ketua Umum serta Pangeran, " tuturnya waktu jadi bersaksi. Angelina menyampaikan yang disebut dengan Ketua Umum adalah Anas Urbaningrum. Tetapi ia tak segera menjawab saat di tanya hakim siapa yang disebut " Pangeran ".

Sesudah Majelis Hakim mengulang pertanyaan, Angie baru menjawab jujur. " Ibas, " tuturnya singkat. Ibas adalah nama panggilan Edhie Baskoro Yudhoyono anak ke-2 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang waktu ini menjabat juga sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Nazaruddin didakwa terima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah serta PT Nindya Karya untuk beberapa proyek. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat ini dikira melepaskan PT Duta Graha Indah untuk memenangkan sebagian proyek.

Nindya Karya meminta Nazaruddin melepaskan biaya untuk proyek pembangunan Rating School Aceh serta di Kampus Brawijaya. Sesaat, Duta Graha Indah menitipkan proyek di sebagian kampus seperti Udayana Bali, Kampus Mataram, serta Kampus Jambi. Ada pula pekerjaan dirumah sakit.

Ia memerintahkan Angie yang waktu ini jadi anggota Tubuh Biaya untuk mengusahakan ke-2 perusahaan itu menang tender. Minggu lantas, Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali atas vonis Angelina dari 12 th. jadi 10 th. penjara.

 " Walau sebenarnya di ketahui atau pantas disangka bahwa hadiah itu diberikan karena sebab sudah lakukan suatu hal dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya, " tutur jaksa penuntut umum Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, sekian waktu lalu.

Waktu terima gratifikasi, Nazar masih tetap berstatus juga sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Nazar juga adalah yang memiliki serta ingindali Anugrah Group yang beralih nama jadi Permai Group.
Sumber : Tempo.co
Baca Artikel Berikutnya

Tags

Langganan Artikel

Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!