Narasi kejam Robot Gedek serta Babe habisi terhadaf beberapa bocah lantaran seks - S P C E.com

Breaking

logo

Narasi kejam Robot Gedek serta Babe habisi terhadaf beberapa bocah lantaran seks

Narasi kejam Robot Gedek serta Babe habisi terhadaf beberapa bocah lantaran seks

Narasi kejam Robot Gedek serta Babe habisi terhadaf beberapa bocah lantaran seks

S P C E.com : Banyak masalah pelecehan seksual pada anak dibawah usia atau sering disapa pedofilia bikin kita membahas kembali mengenai pria pedofil yang namanya pernah mengguncangkan umum, Robot Gedek serta Babe. 

Robot Gedek dengan kata lain Siswanto menghiasi kabar berita sekitaran th. 1996 lantaran tindakan kejamnya membantai anak-anak dibawah usia. Dianya di ketahui menyodomi serta membunuh korban lewat cara yang kejam, yaitu dengan memotong-motong badan korban (mutilasi). 

Pria tuna wisma serta buta huruf ini populer dengan aksinya yang kejam. Sebab dia menyodomi 12 anak dibawah usia, dengan lalu mereka dibunuh dengan disayat serta dipotong badan, sebelumnya pada akhirnya dibuang ke sebagian tempat seperti Pondok Kopi, Jakarta Timur serta sekitaran rawa-rawa sisa Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Menurut catatan Polres Jakarta Pusat serta Jakarta Timur, dari 12 korban ini, cuma 8 jenazahnya yang sukses diketemukan, salah satunya dua korban yaitu Rio serta Wisnu yang dimutilasi jadi bagian-bagian diketemukan di semak-semak Bandara Kemayoran. Siswanto mengakui lakukan itu sendirian. Dia Memotong-motong sisi tangan, kaki, serta kepala anak. Ke-2 anak ini sebelumnya dibunuh, terlebih dulu disodomi. 

Atas tindakannya, Robot Gedek ini pernah jadi buronan. Dianya juga kabur ke daerah Jawa Tengah, sampai pada akhirnya sukses diringkus polisi pada 27 Juli 1996. Dalam sidangnya di Pengadilan Jakarta Pusat, Robot Gedek mengakui tidak sadar dalam lakukan tindakan kejamnya itu. 

 " Dalam bayangan saya, yang saya bunuh itu yaitu ayam, " ungkap dia saat itu. 

Walau sudah lakukan pembelaan, pengadilan tetaplah menjatuhkannya hukuman mati serta pada akhirnya dimasukkan ke LP Nusakambangan, Cilacap. Tetapi, sebelumnya hukuman mati dikerjakan, Robot Godek wafat dunia lebih dahulu lantaran serangan jantung pada 26 Maret 2007. 

Tidak hanya cerita Robot Gedek. Umum di buat kaget dengan kekejaman Baikuni dengan kata lain Babe (59) yang menyodomi anak-anak jalanan. Pria asal Desa Mranggen RT 16/VI Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini dijatuhi hukuman mati lantaran lakukan sodomi pada belasan anak dibawah usia dan pembunuhan berantai pada 7 bocah, dengan empat salah satunya lewat cara dimutilasi. 

Ditinggal mati sang istri, Babe lalu kembali pada ke Ibu Kota coba beradu nasib. Dia mengawali hidupnya di lokasi Terminal Pulogadung jadi penjual rokok serta pelihara anak jalanan dengan berikan mereka makan. 

Pola fikir negatif Babe juga nampak saat keinginan seksualnya datang. Dianya mencari pemuas keinginannya. Dia tak perlu jauh-jauh mencarinya, cukup mengambil satu dari anak-anak jalanan yang dipeliharanya. Terakhir bukan hanya sex yang menyimpang. Bila tidak ingin melayani nafsu bejatnya, dia tidak segan membunuh satu persatu dari mereka. 

Tindakan keji Babe diprediksikan mulai sejak th. 1998 serta pembunuhan langkah mutilasi baru mulai sejak th. 2007. Sebagian korban Babe tersebut adalah anak-anak jalanan, salah satunya Arif Kecil, yang mayatnya diketemukan di terminal Pulogadung, Jakarta Timur, dengan badan dipotong jadi empat sisi serta tanpa ada kepala, dan Adi yang mayatnya diketemukan di Pasar Klender, Cakung, Jakarta Timur, dengan badan korban dipotong jadi dua sisi sebelumnya dibuang ke Pasar Klender, dan sebagian korban Babe yang lain yang dibunuh lewat cara yang sadis. 

Dari hasil kontrol psikolog Kampus Indonesia (UI) Prof Sarlito Wirawan kalau Babe menderita homoseksual, pedofilia maupun ketertarikan seksual dengan anak dibawah usia, serta nekrofil yakni tertarik terkait seksual dengan mayat. Kelainan kejiwaan ini dilatarbelakangi oleh saat kecil Babe yang kerap memperoleh kekerasaan psikologis serta pernah disodomi. 

Atas tindakannya, Babe juga diringkus deretan Polda Metro Jaya, dan dijatuhkan hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Tinggi. 
Baca Artikel Berikutnya