News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ruhut Sitompul mengkritik Kementerian Hukum serta HAM yang kembali gagal

Ruhut Sitompul mengkritik Kementerian Hukum serta HAM yang kembali gagal

Ruhut Sitompul mengkritik Kementerian Hukum serta HAM yang kembali gagal

S P C E. com : Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul siraja minyak di medan mengkritik Kementerian Hukum dan HAM yang kembali tidak berhasil menyeret terpidana masalah pencucian uang serta pembalakan liar, Labora Sitorus, kedalam instansi pemasyarakatan Cipinang, Jakarta. 

Labora tak ada di tempat tinggalnya di Sorong, Papua, waktu akan dijemput oleh petugas paduan Kementerian Hukum dan HAM. 

" Ini adalah tamparan untuk Menterian Hukum dan HAM, " kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3/2016). 

Dengan peristiwa ini, Ruhut memohon Yasonna untuk mengambil sikap tegas pada anak buahnya yang ada di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Harapannya, kekeliruan yang sama akan tidak kembali terulang di masa mendatang. 

" Bila butuh copot saja itu Dirjen Pemasyarakatan. Memanglah telah rahasia umum bila bicara lapas, uang yaitu segala-galanya. Ini dapat dibuktikan lagi, " kata politisi Partai Demokrat ini. 

Menkumham, lanjut Ruhut, mesti lebih konsentrasi mencurahkan perhatiannya pada Ditjen Pemasyarakatan dibanding ditjen yang lain. Sebab, dari beragam permasalahan yang diakukan Kemenkumham, Ruhut lihat permasalahan instansi pemasyarakatan ini lah yang paling kronis serta krusial. 

" Menkumham sampai kini cuma mengatasi politik saja. Tidak usah lah digabungi parpol yang ribut-ribut itu, " ucap Ruhut. Sampai sekarang ini, aparat keamanan masihlah berusaha menyisir tempat di sekitaran tempat pelarian Labora. 

Sampai kini, Labora mengakui sakit serta menyalahgunakan izin berobat supaya bisa kembali pada tempat tinggalnya. Hal itu yang bikin Labora tidak kunjung ditahan sampai jadi terpidana 15 tahun penjara. 

Labora sudah divonis 15 tahun penjara serta denda sebesar Rp 5 miliar pada 17 September 2014. Dia terserang masalah tindak pidana pencucian uang lantaran kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp 1, 5 triliun. 
Baca Artikel Berikutnya

Tags

Langganan Artikel

Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!