Breaking

logo

Selasa, 20 September 2016

Jepang Ciptaan Drone PD6B-AW-ARM Bisa Digunakan untuk Menculik Anak bayi !

Jepang Ciptaan Drone PD6B-AW-ARM Bisa Digunakan untuk Menculik Anak bayi !

S P C E.com : Sejak pertengahan tahun 2015, tren drone mulai naik ke permukaan. Berkat drone, para pengguna smartphone dan pencinta fotografi bisa dengan mudah mengabadikan foto-foto keren dari atas langit untuk menghadirkan pemandangan yang tak terlupakan. Bahkan sempat pula beredar selfie dengan bantuan drone yang dikenal sebagai Dronies.


Macam-macam drone pun bisa ditemukan, dari yang kecil hingga drone yang bisa menyelam di air. Bahkan baru-baru ini ada drone yang bisa digunakan untuk menculik bayi!

Drone Buatan Jepang ini Bisa Hinggap dan Angkat Benda

Di penghujung tahun 2015, Jepang sempat menganggap drone sebagai ancaman. Namun, lambat-laun pemerintah Jepang mulai menyediakan arena khusus untuk bermain drone. Bahkan, baru-baru ini produsen drone asal Jepang memproduksi drone jenis baru yang bukan hanya bisa terbang tanpa pilot, tapi juga mampu mengangkat benda-benda!

Drone ini Bisa Digunakan untuk Mencuri Bayi!

Adalah Prodrone, perusahaan pembuat drone profesional di Jepang yang baru-baru ini memperkenalkan PD6B-AW-ARM, si drone berlengan super kuat. Drone ini bisa terbang seperti halnya yang lain, namun juga bisa hinggap dengan 'kakinya' di darat seperti burung. Yang mengagumkan, kaki drone ini bisa digunakan untuk mengangkat benda yang dicengkeramnya.

Kabarnya, drone ini mampu mengangkat benda hingga seberat 20 Kg. Dan jika diingat lagi, berat segitu setara dengan berat anak-anak balita. Apa jadinya jika drone ini dimiliki oleh penjahat ya? Bisa jadi drone ini digunakan oleh sindikat perdagangan anak untuk menculik bayi yang lepas dari pantauan orang tuanya.



Tujuan utama pembuatan drone ini jelas bukan untuk kejahatan. Prodrone menciptakan PD6B-AW-ARM untuk keperluan mulia, seperti mengangkut paket pesanan, memotong kabel di atas, hingga memindahkan benda-benda berbahaya lewat udara (seperti bom). Hanya saja akan selalu ada orang yang menyalahgunakan teknologi, kan ?