News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pernyataan diberikan oleh korban yang selamat longsor Hotel Club Bali Cianjur, Jawa Barat

Pernyataan diberikan oleh korban yang selamat longsor Hotel Club Bali Cianjur, Jawa Barat

Pernyataan diberikan oleh korban yang selamat longsor Hotel Club Bali Cianjur

S P C E.com : Hujan deras mengguyur Cianjur, Jawa Barat, Selasa (8/3/2016) malam. Besok pagi yaitu hari libur Nyepi. Diluar itu, Indonesia tengah terserang demam gerhana matahari. Lani, 34 tahun, malam itu punya niat berlibur di Cianjur. Malam itu, jarum jam menunjuk jam 22. 00. Berbarengan keluarganya, dari Kalimantan Tengah, mereka check in ke kamar 124, Hotel Club Bali Komplek Vila Kota Bunga di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur. 

Melalui tengah malam, Lani siap-siap ke peraduan. Sekitaran jam 00. 30 sekonyong-konyong bumi bergetar kencang diiringi bunyi kretek kretek. Mendadak lampu padam serta gelap. Braak.. Terdengar suatu hal menghantam dinding. " Saya segera teringat suami serta satu anak saya ada di kamar, " papar Lani pada Detikcom. 

Longsoran tanah itu menumpuk kamar hotel di Bali Club. Tamu-tamu hotel yang terlelap tidak siap. Lani pernah tertimbun. Mistar, sopirnya berhasil keluar dari reruntuhan. Ia mencari pertolongan dari warga sekitaran. Lani pada akhirnya selamat walaupun pernah tidak sadarkan diri. " Saya baru sadar nyatanya kamar saya tertimbun longsor, " katanya. 

Terkecuali Lani, tujuh korban lain selamat. Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, seperti ditulis Detikcom melaunching beberapa nama korban selamat. Mereka datang dari kamar 144. 

Menurut Kepala BPBD Cianjur Asep Suparman, berdasarkan laporan dari hotel, malam itu ada 11 tamu yang bermalam di villa itu. Sebagian waktu sesudah peristiwa, enam orang selamat dari momen maut itu. Lima korban yang lain, pernah terjerat di reruntuhan lantai dua bangunan. Asep menyampaikan, ada tiga tamu hotel yang masihlah tertimbun. 

Sekitaran 400 personel Tim SAR paduan dari BPBD, TNI, Polisi, PMI, serta Basarnas Cianjur mencari korban longsor mulai sejak Rabu (9/3). " Tim konsentrasi mencari 3 korban yang masihlah tertimbun, " kata Asep dinukil dari Liputan6. com. Tiga korban di pastikan tewas. Tim evakuasi pernah terhambat hujan. Cuaca yg tidak sangat memungkinkan di kuatirkan menimbulkan longsor susulan. Sistem pencarian dilanjutkan Kamis (10/3) ini. 

Kamis siang, Tim sukses mengevakuasi satu korban. Sesudah evakuasi lebih kurang tiga jam, satu diantara korban Bun Susanto BL (35), diketemukan telah wafat . Jenazah berhasil dievakuasi pada jam 10. 41. Dua korban, sepasang suami istri, masihlah proses evakuasi. 

Pengamat perkotaan Kampus Trisakti, Yayat Supriyatna, mengira bangunan di lokasi itu tak merujuk pada tata ruangan yang berlaku. " Yang jadi permasalahan, apakah bangunan disana merujuk tata ruangan atau tidak. kata dia pada Kompas. com. Peluang lain, bila tempat ini ada di tata ruangan lokasi Jabodetabek serta termasuk juga ruang riskan longsor, semestinya tempat itu masuk lokasi lindung. 

Berarti, tidak asal-asalan gedung atau property bisa di bangun di lokasi lindung apapun peruntukannya. Pasalnya, kemiringan lereng begitu merubah kontur tanah, hingga tanah gampang bergerak atau riskan longsor. Menurutnya, pemerintah mesti mengecheck kembali apakah ruang itu memanglah lokasi yang mempunyai tingkat kemiringan riskan longsor. Diluar itu, pemerintah mesti meyakinkan apakah daerah ini masuk dalam lokasi lindung yg tidak bisa di bangun dengan sembarangan. 

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyampaikan hotel itu telah mengantongi perizinan pembangunan. Namun lantaran geografis di Jawa Barat berubah-ubah bikin bencana alam yang tidak bisa dihindari. " Lantaran letak geografis serta cuaca yang berubah-rubah, tanah juga berubah serta cuaca juga berubah, bencana alam tidak bisa ditebak, " kata Gubernur
Baca Artikel Berikutnya

Tags

Langganan Artikel

Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!